Berikut beberapa gejalanya pada penyakit malaria.

No comments

“dilansir dari laman Alodokter” Malaria bukanlah sebuah penyakit yang bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya, penyakit tersebut diperkirakan bisa mengakibatkan fatal sepertihalnya kehilangan nyawa, dan hal tersebut mencapai sekitar angka 660.000 orang setiap tahunnya. Malaria ini tidak bisa dianggap remeh karena berkembang dengan sangat cepat ketika mulai menginfeksi tubuh manusia, bahkan jika malaria tersebut tidak segera ditangani bisa saja berakibat fatal. Maka dari itu, penting sekali bagi kita untuk memahami dengan baik apa saja tanda dan gejala malaria yang memang kita harus diwaspadai mulai dari sekarang. Gejala malaria akan muncul 10-15 hari setelah gigitan nyamuk. Akan tetapi pada beberapa kasus, gejala baru akan timbul setelah beberapa bulan karena parasit penyebab malaria dapat bertahan dalam keadaan tidak aktif di dalam tubuh. Dapat kita ketahui gejala yang akan dirasakan oleh sipenderita, sepertihalnya:

  • Gejala anemia atau kurang darah
  • Mual atau muntah
  • Nyeri perut
  • Demam
  • Menggigil
  • Pegal linu
  • Diare dan BAB berdarah
  • Sakit kepala
  • Berkeringat banyak
  • Lemas

tiga tahap selama 6-12 jam adalah gambaran dari serangan gejala malaria itu sendiri, diawali dengan menggigil, lalu berkembang menjadi demam dan sakit kepala, kemudian penderita akan berkeringat banyak dan lemas hingga akhirnya suhu tubuh kembali normal. Serangan gejala pada penyakit tersebut dapat muncul dengan siklus tertentu, yaitu muncul 3 hari sekali (malaria tertiana) atau 4 hari sekali (malaria kuartana).[1] “dilansir dari laman Hellosehat” mematikan yang banyak terjadi di daerah tropis dan subtropis yang memiliki iklim cukup panas ternyata memudahkan perkembangan parasit malaria. Setelah matang, parasit memasuk ke aliran darah dan mulai menginfeksi sel darah merah manusia. Jumlah parasit dalam sel darah merah akan terus bertambah dalam selang waktu  48-72 jam. Setelah terinfeksi gigitan nyamuk, maka gejala akan muncul (masa inkubasi) sekitar 7 sampai 30 hari kemudian. Masa inkubasi dari masing-masing jenis plasmodium bisa berbeda. Penyakit malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Ketika nyamuk tersebut menggigit kulit manusia, maka tanpa disadari oleh kita parasit diitularkan dan masuk ke dalam aliran darah, hingga akhirnya berkembang biak. Penyakit malaria tidak bisa menular dari orang ke orang, meskipun pada beberapa kasus bisa menyebar tanpa perantara nyamuk. Misalnya virus berpindah dari ibu hamil ke janin, akibat prosedur transfusi darah yang tak sesuai, serta penggunaan jarum suntik yang bergantian. Memang ada banyak jenis plasmodium yang bisa menyebabkan malaria. Namun di daerah  di Asia Tenggara, Malaysia, dan Filipina, jenis plasmodium yang paling banyak ditemukan adalah plasmodium knowlesi. Perkembangan parasit yang cukup cepat membuat malaria jenis ini dapat menyebabkan kecacatan organ hingga kematian. Gejala utama malaria adalah demam tinggi hingga menyebabkan menggigil, serta memiliki gejala yang mirip dengan sakit flu. Gejala malaria bisa dikelompokkan menjadi 2 kategori, yakni malaria ringan dan berat:

Malaria ringan biasanya menimbulkan gejala yang cukup ringan. Namun, tidak sampai merusak fungsi organ. Namun gejala tersebut biasanya berubah menjadi malaria berat jika tidak segera ditangani, bahkan memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak baik.

Gejala malaria tanpa komplikasi biasanya berlangsung selama 6-10 jam, tetapi kadang terjadi dalam waktu yang lebih lama bahkan dengan gejala malaria yang lebih rumit. Pasalnya, kadang gejala yang terjadi mirip sekali dengan sakit flu, sehingga bisa menyebabkan salah diagnosis penyakit.

Tanda-tanda yang akan dialami oleh malaria yang satu ini. Seperti::

  • Kejang, biasanya terjadi pada penderita malaria di usia muda
  • Tubuh berkeringat diiringi dengan kelelahan
  • Nyeri pada tubuh
  • Tubuh merasakan sensasi dingin dan menggigil
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah

Pada gejala malaria berat, dapat dibuktikan dengan hasil dari klinik atau laboratorium yang menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan pada fungsi organ vital dan beberapa gejala lainnya, seperti:

  • Mengalami kejang Gagal ginjal
  • Kolaps kardiovaskular
  • Kadar gula darah rendah (Biasanya terjadi pada wanita hamil)
  • Demam tinggi diiringi dengan menggigil hebat
  • Mengalami gangguan kesadaran
  • Mengalami disfungsi organ vital
  • Adanya gangguan pernapasan
  • Munculnya anemia berat
Sumber: Alodokter.com



[1] Sumber referensi Alodokter.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*