Tarian Sumatera Barat

No comments

Tarian tradisional dari Sumatra Barat untuk disimpan:

Tari Piring

Tarian tradisional pertama adalah tarian piring, di mana jumlah penari umumnya ganjil antara 3-7 orang, para penari dapat pria atau wanita, dan bahkan berpasangan.

Awalnya, tarian ini dilakukan untuk berterima kasih kepada masyarakat setempat atas panennya yang melimpah.

Ritual juga akan dilakukan dengan penawaran. Tetapi ketika Islam masuk, ritual itu diubah menjadi tarian yang hanya menghibur.

Gerakan tarian ini dinamis, karakteristiknya adalah penari membawa 1 piring di masing-masing telapak tangan dan bergoyang seperti yang ditunjukkan, dimulai dengan gerakan lambat hingga cepat. Diiringi oleh musik sarunai, talempong, bansi dan saluang.

Tetapi ada suatu kondisi, piring yang dibudidayakan tidak dapat jatuh atau lepas. Di tengah tarian, penari umumnya menempatkan dirinya di atas piring-piring pecah yang telah disediakan. Meski kedengarannya menakutkan, tapi ini sesi yang sangat menarik, dan anehnya para penari tidak terluka. Dikatakan bahwa sebelum tarian dipentaskan, potongan-potongan yang patah menerima doa agar tidak melukai kaki para penari.

Kostum untuk tarian ini adalah kostum tradisional Bundo Kanduang, tengkuluk dan menitia untuk pernak-pernik dalam pakaian penari. Sedangkan untuk warna, warna-warna cerah lebih disukai.

Tari payung

Tarian Payung juga merupakan salah satu tarian tradisional Minangkabau, di sebelah barat Sumatra. Tarian ini umumnya terdiri dari 4 hingga 8 penari berpasangan.

Tarian ini melambangkan cinta, itu menunjukkan di media yang digunakannya.

Menurut masyarakat sekitar, payung adalah bentuk perlindungan terhadap hujan dan teriknya matahari.

Jadi, makna yang terkandung dalam tarian ini adalah sepasang kekasih yang menyukai kehidupan rumah tangga, umumnya gerakan penari pria seolah-olah mereka melindungi kepala penari. Sedangkan selendang yang digunakan oleh wanita menandakan ikatan cinta suci yang terjalin. Romantis kan?

Dalam gerakan tarian payung hari ini telah berubah tergantung pada waktu, tetapi dalam beberapa gerakan itu tetap tidak berubah dalam arti bahwa itu masih murni warisan leluhur.

Lagu yang mengiringinya dalam tarian ini disebut Babendi-bendi ke Sungai. Alat musik yang digunakan masih merupakan alat musik tradisional seperti rebana, akordeon, gamelan Padang, drum dan gong.

Tari Indang

Tarian tradisional berikutnya yang tidak asing bagi kita, tarian Indang yang saya sebutkan di awal artikel, tarian ini kadang-kadang disebut tari Badindin.

Biasanya ditarikan oleh orang-orang nomor 7 dan dinyanyikan oleh para pria, tetapi seiring berjalannya waktu, banyak wanita yang menari di tarian ini.

Secara historis, tarian ini dibuat untuk menyebarkan propaganda Islam ketika diperkenalkan oleh Sheikh Burhanudin. Tapi sekarang tarian ini terjadi ketika ada seminar budaya dan hiburan.

Makna di dalamnya mengajarkan kita untuk bekerja dengan orang lain. Ini terlihat dalam gerakan-gerakan yang sangat dinamis, menyenangkan dan kompak.

Dan berkaitan dengan lagu latar belakang yang disebut “Dindin Badindin” berisi makna yang mengundang orang untuk memberi hormat.

Tari Lilin

Kami membayangkan bahwa tarian tradisional berikutnya akan menggunakan lilin sebagai media utama.

Asalnya, tarian lilin diambil dari cerita rakyat ketika seorang gadis yang ditinggalkan oleh tunangannya pergi ke bisnis, ketika dia kehilangan cincin pertunangannya dan mencoba menemukannya di tengah-tengah pada malam hari membawa lilin pada piringan kecil di tangannya, akhirnya gerakan gadis itu berubah menjadi tarian dan tarian lilin pun lahir.

Gerakan-gerakan dalam tarian termasuk meliuk liuk, membungkuk dan memutar-mutar lilin. Hanya saja lilinnya tidak bisa padam dan piringnya tidak bisa jatuh. Jenis lilin tidak sembarangan.

Kostum yang digunakan dalam kostum tradisional Minangkabau, dengan gaya rambut dan baju renang dan sarung.

Tari Minang Pasambah

Tarian tradisional berikutnya adalah tarian tambahan Minang, jangan salah. Karena ketika saya pertama kali membacanya sebagai “Persembahan”.

Silakan, tarian ini bertujuan untuk menyambut tamu istimewa sebagai sambutan dan juga ekspresi rasa hormat untuk para tamu. Biasanya sebagai sambutan dari mempelai pria ke rumah wanita, dan akan diikuti oleh suguhan daun sirih.

Gerakan tarian yang digunakan termasuk

Sumber: imujio.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*