Trik Jitu Dalam Penjualan

No comments

Agar Anda bisa mengetahui ada atau tidaknya barang yang dicatat dalam tumpukan stok barang Anda. Anda juga bisa menyediakan satu tempat khusus untuk stok baru Anda untuk menghindari tercampurnya stok barang yang baru dan juga yang lama. Mencampur aduk stok baru dan lama hanya akan membuat Anda bingung ketika Anda melakukan pencatatan dan pengecekkan stok barang.

Baca Juga: Manfaat Resi Gudang

Selain itu, kode juga akan membantu Anda ketika menata barang di gudang milik Anda. Sebagai seorang Head of Academics di UCEO/CE, tanggung jawab utama Laura adalah memastikan semua proses akademik di UCEO/CE dapat berjalan dengan baik, mulai dari proses penjajakan dengan Subject Matter Expert dan pra-produksi, sampai pasca-produksi dan publikasi dari setiap kuliah online yang ada. Stand up selling mengajarkan bagaimana cara membuka presentasi yang menarik, mengetahui permasalahan calon konsumen, memberikan solusi, dan membuat calon konsumen Anda membeli produk atau jasa yang Anda tawarkan.

Presentasi penjualan harus disiapkan secara tepat agar target yang menjadi sasaran mau membeli produk atau jasa tersebut. Bagaimana mereka percaya terhadap produk atau jasa tersebut? Apabila dari awal calon konsumen sudah tidak tertarik dengan produk atau jasa yang kita tawarkan, bagaimana mereka mau membeli?

Kita harus mempunyai trik-trik yang jitu agar para calon konsumen tertarik dan mau membeli produk atau jasa yang kita tawarkan. Apa yang harus kita persiapkan ketika kita ingin menjual suatu produk atau jasa? Harga pokok penjualan diakui pada saat penjualan dengan mendebit rekening harga pokok penjualan dan mengkredit rekening persediaan barang dagangan.

Pembelian barang dagangan untuk dijual akan dicatat dalam rekening persediaan barang dagangan, bukan rekening pembelian. Pembelian dan penjualan (pengeluaran) barang dicatat secara langsung di rekening persediaan pada saat terjadinya transaksi. Metode pencatatan persediaan barang dengan metode perpetual atau terus-menerus (continue) adalah metode pencatatan persediaan barang yang dilakukan ketika aliran barang dagangan dapat diikuti secara terus-menerus setiap saat.

2. Pencatatan Persediaan Barang Dengan Metode Perpetual atau Terus-Menerus (Continue) Metode pencatatan persediaan ini terutama digunakan dalam toko barang serba ada, dimana persediaan ditandai satu persatu dengan harga jual dan bukan harga pokok. Metode pencatatan persediaan ini menghitung suatu harga pokok rata-rata untuk suatu periode waktu yang mudah dipilih, misalnya tiga atau enam bulan.

Penghitungan persediaan akhir barang dagangan umumnya dilakukan dengan salah satu dari metode berikut: Penamaan ini disebabkan karena untuk menentukan nilai atau harga pokok persediaan barang dagangan di akhir periode harus dilakukan penghitungan secara fisik (stock opname). Metode pencatatan persediaan secara fisik biasa disebut juga dengan sistem periodik (periodic inventory system).

1. Pencatatan Persediaan Barang Dengan Metode Fisik (Periodik) Dalam akuntansi dikenal dua cara mencatat persediaan barang, yakni: Sama seperti pada perusahaan dagang, persediaan lain-lain dalam perusahaan manufaktur terdiri dari persediaan kantor plastik, kardus, alat-alat kantor dan lain sebagainya.

Dalam hal ini, persediaan bahan baku seringkali disebut sebagai persediaan suku cadang. Biasanya barang persediaan ini akan dipakai dalam jangka waktu relatif pendek. Persediaan lain-lain yang ada pada bentuk perusahaan ini umumnya berupa bentuk persediaan kantor plastik, kardus, alat-alat kantor dan lain sebagainya.

Dalam proses produksi dan atau dalam perjalanan; atau, Persediaan juga memiliki beberapa arti lain yang didefinisikan oleh beberapa ahli.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*